Selasa, 02 April 2013

BAHASA SEBAGAI MEDIUM KOMUNIKASI


 Bahasa sebagai medium komunikasi
Sebuah perspektif filsafat

Keunikan manusia sebenarnya bukanlah terletak pada kemampuan berpikirnya melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa. “Tanpa bahasa”, simpul Aldous Huxley, “manusia tak berbeda dengan anjing atau monyet” (Jujun S. Suriasumantri)
Manusia dapat berpikir dengan baik karena dia mempunyai bahasa. Tanpa bahasa maka manusia tidak akan dapat berpikir secara rumit dan abstrak dalam kegiatan ilmiah.
Dalam pandangan Ernst Cassirer (1874-1945) ciri khas manusia ialah bahwa ia merupakan animal symbolicum, makhluk yang mengerti serta membentuk simbol.
Dengan simbol, manusia dapat menciptakan suatu dunia kultural, dimana terdapat bahasa, mitos dan agama, kesenian, ilmu pengetahuan (K. Bertens, 1983)
Sejak dulu, para ahli pikir menyebut manusia sebagai animal rationale, yang berpangkal pada istilah Yunani logon ekhoon, yaitu makhluk yang dilengkapi tutur kata dan akal budi. Istilah logos menunjukkan arti suatu perbuatan atupun isyarat, inti sesuatu hal, cerita, kata ataupun susunan. Logos menunjukkan ke arah manusia yang mengatakan sesuatu mengenai dunia yang mengitarinya. (Var Perseun dalam Alex Sobur, 2006: 273)

Aspek dan fungsi bahasa

Bahasa memiliki dua aspek, yakni aspek informatif dan emotif. Keduanya tercermin dalam bahasa yang digunakan. Artinya, kalau seseorang berbicara maka pada hakikatnya informasi yang disampaikan mengandung unsur emotif, demikian juga kalau seseorang mengungkapkan ekspresi, maka eksresi itu mengandung unsur-unsur informatif (Jujun S. Suriasumantri, 2005: 173)
Telaan lebih lanjut tentang bahasa menunjukkan bahwa bahasa mengkomunikasikan tiga hal, yaitu buah pikiran, perasaan, dan sikap. Atau seperti dinyatakan oleh George F. Kneller (1964), bahasa dalam kehidupan manusia mempunyai fungsi simbolik, emotif dan afektif. Fungsi simbolik dari bahasa menonjol dalam komunikasi ilmiah, sedangkan fungsi emotif menonjol dalam komunikasi estetik.
Bahasa mempunyai fungsi yang amat penting bagi manusia, terutama sekali fungsi komunikasi. H.A.K Haliday dalam exploration in the function of language (dalam Tarigan, 1993: 6-8) menemukan tujuh fungsi bahasa, yaitu:

    1. The instrumental function (fungsi instrumental)
    2. The regulatory function (fungsi regulasi)
    3. The representational function (fungsi representatif)
    4. The interactional function (fungsi interaksi)
    5. The personal function (fungsi personal)
    6. The heuristic function (fungsi heuristik)
    7. The imaginative function (fungsi imajinatif)
Menurut apa yang disebut “Sapir-Whorf hypothesis”, bahasa menentukan bukan hanya budaya, tetapi juga cara dan jalan pikiran manusia (Alex Sobur: 2006: 291)

Apakah sebenarnya bahasa

Bahasa pada dirinya mengandung dua hal:
•    pertama, bahasa dapat dicirikan sebagai serangkaian bunyi. Dalam hal ini manusia mempergunakan bunyi sebagai alat utuk berkomunikasi.

•    kedua, bahasa merupakan lambang/simbol dimana rangkaian bunyi ini membentuk suatu arti tertentu (Jujun S. Suriasumantri, 2005: 175)

Dengan bahasa manusia dapat berpikir secara teratur namun juga dapat mengkomunikasi apa yang sedang dipikirkan kepada orang lain.
Dengan adanya bahasa maka manusia hidup dalam dua dunia yakni dunia pengalaman yang nyata dan dunia simbolik yang dinyatakan dengan bahasa.
Lewat bahasa manusia menyusun sendi-sendi yang membuka rahasia alam dalam berbagai teori seperti teori relativitas dan quantum. Oleh karenanya, “pengetahuan adalah kekuasaan”, kata Francis Bacon.

Komunikasi estetik & komunikasi ilmiah
Seni merupakan kegiatan estetik yang banyak mempergunakan aspek emotif dari bahasa, baik itu seni suara maupun seni sastra. Dalam hal ini bahasa bukan saja dipergunakan untuk mengungkapkan perasaan itu sendiri, melainkan juga merupakan ramuan untuk menjelmakan pengalaman yang ekspresif. Bahasa dipergunakan secara plastik, dimana komunikasi yang terjadi mempunyai kecenderungan emotif.
Komunikasi ilmiah mensyaratkan bentuk komunikasi yang berbeda dengan komunikasi estetik. Komunikasi ilmiah bertujuan untuk menyampaikan informasi berupa pengetahuan. Agar komunikasi ilmiah ini berjalan dengan baik maka bahasa yang dipergunakan harus terbebas dari unsur-unsur emotif. Komunikasi ilmiah harus bersifat reproduktif.
Sebagai sarana komunikasi ilmiah, bahasa mempunyai beberapa kekurangan:
pertama, kekurangan ini pada hakikatnya terletak pada peranan bahasa itu sendiri yang bersifat multifungsi, yakni sebagai sarana komunikasi emotif, afektif dan simbolik. Komunikasi ilmiah berupaya membatasi diri dengan aspek simbolik saja dari ketiga fungsi bahasa.
 
 
SUMBER ; KILK 

MORAL, SOSIAL, DAN BUDAYA KOMUNIKASI

Dimensi moral, Sosial dan Budaya Ilmu Komunikasi  dalam Pembangunan

Komunikasi dan Perkembangannya

Menurut Jujun S. Suriasumantri, Komunikasi sebagai ilmu merupakan hasil karya perseorangan yang dikomunikasikan dan dikaji secara terbuka oleh masyarakat. Pengkomunikasian itu sendiri biasanya diwujudkan dalam penerapan ilmu komunikasi di masyarakat. Misalnya kala ditemukannya telephone oleh alexander graham bell. Dari telephone yang sangat sederhana ia terus berkembang menjadi berbagai model dan bentuk serta berbagai macam fitue sesuai dengan kebutuhan pemakai.Dalam hal inilah penerapan ilmu komunikasi sangat terkait dengan aksiologinya.

Aksiologi Ilmu Komunikasi

Jujun menyatakan bahwa Aksiologi diartikan sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.

Menurut Suciati aksiologi ilmu komunikasi itu meliputi logika, etika dan estetika.
Lebih jauh disini akan dipaparkan bagaimana ilmu komunikasi dapat diterapkan dalam masyarakat sehubungan dengan pembangunan dilihat dari sisi moral, sosial dan budaya.
Dimensi Moral Ilmu Komunikasi

Jujun menyatakan, bahwa netralitas ilmu terhdap nilai-nilai hanya terletak pada metafisik keilmuan, sedangkan dalam penggunaan, bahkan pemilihan obyek keilmuan, harus berdasarkan asas-asas moral.
Sehingga pertanyaan besarnya adalah apakah ilmu komunikasi telah memberikan sumbangan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan? Karena perkembangan ilmu komunikasi yang begitu pesat ini tidak saja menimbulkan efek positif semata, melainkan juga efek negatif.

Menurut Becker, ada beberapa fungsi komunikasi massa bagi individu, diantaranya:

1.    Pengawasan atau pencarian informasi
2.    Pengawasan diri
3.    Fasilitas dalam hubungan sosial
4.    Subtitusi dalam hubungan sosial
5.    Membantu melegakan emosi
6.    Sarana pelarian dari ketegangan dan keterasingan
7.    Bagian dari kehidupan rutin (ritualisasi)

Sehingga menurut Bakhtiar, Melalui fungsi-fungsi tersebut diharapkan ilmuwan komunikasi sebagai individu memiliki hakikat moral, sebab ilmu komunikasi berkaitan erat dengan persoalan nilai-nilai moral.

Dalam kondisi ini ilmu tidak lagi bebas nilai, dikarenakan ilmu tersebut sudah diterapkan dan sudah berada di tengah-tengah masyarakat luas. Menurut Bakhtiar, penerapan ilmu pengetahuan yang telah dihasilkan oleh ilmuwan, baik itu berwujud teknologi ataupun teori-teori emansipasi masyarakat dan sebagainya semestinya memperhatikan nilai adat, nilai keagamaan, nilai kemanusiaan dan lain-lain.

Dimensi Sosial Ilmu Komunikasi

“Sosial” dalam KBBI berarti, berkenaan dengan masyarakat.
Dalam dimensi sosial, ilmu komunikasi berhubungan erat dengan etika. Makna etika dipakai dalam 2 bentuk arti:
1.    Etika sebagai suatu kumpulan pengetahuan tentang penilaian terhadap perbuatan manusia.
2.    Etika sebagai suatu predikat yang dipakai guna membedakan perbuatan-perbuatan, hal-hal, atau manusia yang lain.

Etika memiliki objek formal, yaitu norma-norma kesusilaan manusia.
Beberapa fungsi sosial komunikasi menurut Laswell & Wright adalah:

1.    Pengawasan lingkungan
2.    Korelasi sosial
3.    Sosialisasi
4.    hiburan
5.    Sedangkan Lazarsfeld & Marton membaginya menjadi:
6.    Mengukuhkan status sosial
7.    Memperkokoh norma-norma sosial

Sehingga menurut Effendi, dari fungsi di atas terlihat, bahwa dengan ilmu komunikasi diharapkan terjadi perubahan pendapat, sikap, maupun prilaku.

Dimensi Budaya Ilmu Komunikasi

Keterkaitan dimensi budaya dengan ilmu komunikasi tidak terlepas dari estetika.
Sedangkan menurut Bakhtiar, estetika itu sendiri berhubungan dengan nilai pengalaman keindahan yang dimiliki oleh manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya. Sehingga ilmu komunikasi dari sudut pandang estetika adalah seni, seperti seni retorika, seni film dan lain sebagainya.

Menurut Purwasito, Komunikasi adalah pertukaran simbol, jadi komunikasi antar budaya adalah pertukaran pertukaran simbol dari dua orang atau lebih yang dilatar belakangi oleh faktor perbedaan budaya, diantara perbedaan tersebut adalah:

1.    Bahasa
2.    Keyakinan
3.    Adat Istiadat
4.    Kepercayaan
5.    Status sosial-ekonomi dan lain sebagainya

Maka, dengan adanya komunikasi antar budaya tersebut dapat terjadi pertukaran simbol, yang mana simbol-simbol tersebut berhubungan erat dengan estetika. Apabila pertukaran simbol terjadi, maka akan muncul interpretasi. Dari interpretasi akan muncul makna yang berkaitan dengan simbol yang berkaitan dengan estetika.

Kesimpulan

Dari dimensi moral, ilmu komunikasi ditunjukan untuk kebaikan manusia tanpa merendahkan martabat atau mengubah hakikat manusia.
Dari dimensi sosial, ilmu komunikasi bertujuan untuk bisa mensosialisasikan ide-ide, melakukan pengawasan, menjadi hiburan positif, memperkokoh norma-norma sosial, dan sebagainya.
Dari dimensi budaya, ilmu komunikasi diharapkan mampu mengikis konflik antar budaya serta memperkenalkan nilai-nilai budaya masyarakat kepada masyarakat lain.
 
 
 
SUMBER : LINK 

Rabu, 20 Maret 2013

PHOTOSHOP


HDTV



HDTV
Selama ini kita sudah sangat familiar dengan sistem national television system committee (NTSC) yang dipergunakan televisi untuk menyajikan gambar. Tetapi, belakangan dengan munculnya teknologi high-definition television (HDTV) atau yang dalam bahasa Indonesia disebut televisi definisi tinggi, menyebabkan fungsi NTSC perlahan-lahan tergantikan. Apa sih sebenarnya teknologi HDTV ini?
HDTV adalah merupakan media komunikasi baru dan teknologinya masih dalam proses penggarapan yang sangat ramai, terutama pada awaltahun 90-an.  Secara singkat sejarah perkembangan  HDTV dimulai olehJepang yang dimotori oleh pusat riset dan pengembangan NHK (TVRI/RRI-nya Jepang) pada tahun 1968, kemudian diikuti oleh Masyarakat Eropasebagai pembanding dan akhirnya Amerika Serikat menjadi kompetitor yang harus diperhitungkan.
Sebenarnya sampai sekarang masih sulit untuk mendefinisikan secara tepat HDTV. Yang pasti, teknologi tayangan televisi yang dianggap terbaik sekarang ini adalah menggunakan sistem NTSC (National Television Systems Committee) yang menayangkan gambar analog, menghasilkan resolusi sebanyak 525 garis pada layar televisi. Sedangkan HDTV menghasilkan resolusi 1.125 garis tayangan yang lebih padat dan mampu menghasilkan informasi video lima kali lebih banyak dibanding sistem NTSC.
Namun, walaupun memiliki keunggulan yang luar biasa dalam menghasilkan resolusi yang rapat, tajam, dan jelas, transmisi HDTV memerlukan bandwith yang lebih besar sampai lima kali dibanding kapasitas sinyal televisi konvensional. Meski masih sulit mendefinisikannya, HDTV dapat diartikan sebagai suatu sistem media komunikasi bergambar dan atau bersuara dengan tingkat kualitas ketajaman gambar (resolusi) yang sangat tinggi (hampir sama dengan kualitas film 35 mm) dan kualitas suaranya juga menyerupai CD (Compact Disk).
            Pesatnya kemajuan teknologi digital, terutama di bidang gambar digital yang mengkombinasikan foto dan video, memang tidak diduga sebelumnya. Kehadiran teknologi HDTV, bukan saja mendorong produk-produk dengan kualitas digital pada beberapa merek perangkat televisi yang sudah punya nama, tetapi juga pada cara perekamannya untuk ditayangkan di HDTV.   
Dalam hal ini teknologi pemrosesan sinyal digital dan displai memberikan peran yang sangat penting. Diharapkan juga nantinya bisa melayani multi bahasa dan multi media. Karena HDTV merupakan sistem komunikasi, maka seperti juga sistem komunikasi konvensional lainnya, untuk penyelenggaraannya memerlukan beberapa komponen dasar seperti pusat produksi (studio), pemroses/penyimpan, sistem transmisi dan pesawat penerima.
Konsep dasar HDTV di sisi lain sebenarnya tidak dimaksudkan hanya untuk meningkatkan definisi per wilayah unit tayangan layar televisi, tetapi juga untuk meningkatkan persentase bidang visual yang menayangkan gambar tersebut. Pengembangan HDTV diarahkan pada peningkatan 100 persen jumlah piksel horizontal dan vertikal, misalnya bingkai gambar 1 MB seharusnya memiliki jumlah 1.000 garis x 1.000 titik horizontal.
Hasil yang didapat dari perluasan ini adalah faktor perbaikan 2-3 kali dalam sudut bidang vertikal dan horizontal. Dengan demikian, perbaikan sudut ini pada HDTV juga mengubah rasio menjadi 16:9 dari 4:3 dan menjadi imej yang ditayangkan seperti di “bioskop”. HDTV memang merupakan media komunikasi baru dan teknologinya sedang dalam proses penyempurnaan, terutama pada awal dekade 90-an.
Secara singkat sejarah perkembangan  HDTV dimulai oleh Jepang yang dimotori oleh pusat riset dan pengembangan NHK (TVRI/RRI-nya Jepang) pada tahun 1968. Kemudian diikuti oleh masyarakat Eropa sebagai pembanding dan akhirnya Amerika Serikat menjadi kompetitor yang harus diperhitungkan.
Diperkirakan teknologi HDTV ini akan menjadi standar televisi masa depan, sehingga seorang peneliti senior dalam bidang sistem strategi dan manajemen Dr. Indu Singh  meramalkan bahwa pasar dunia untuk HDTV ini akan mencapai 250 milyar dolar per tahun (tahun 2010).

 
Kompetisi Standar HDTV
Di samping aspek pasar yang menggiurkan, dalam sistem penyelenggaran HDTV  mempunyai dampak yang luas pada bidang budaya, sosial, politik sampai pada pertahanan. Karena itu negara-negara maju telah berlomba agar sistem yang mereka kembangkan itu nantinya dapat dipakai sebagai standar dunia (global).
Standar yang telah masuk dalam agenda rapat CCIR (badan internasional yang menangani standarisasi sistem penyiaran),  baru dua yaitu MUSE (Jepang) dan HD-MAC (Eropa). Sementara itu Amerika Serikat yang diatur oleh FCC (Komisi Komunikasi) sedang ditegangkan untuk memutuskan satu standar dari masing-masing team (konsorsium) yang sedang berkompetisi.
Karena kepentingan masing-masing negara yang berbeda-beda apakah CCIR bisa memutuskan pemakaian standar yang tunggal? Pengalaman dari sistem TV konvensional yaitu adanya PAL/SECAM di Eropa & ASEAN, NTSC di Amerika dan Jepang, rasanya sulit CCIR untuk bisa memutuskan pemakaian tunggal sistem penyiaran HDTV ini. Disamping itu juga ada badan standarisasi di bawah ISO yaitu MPEG yang menangani standarisasi pengkodean dan pemampatan sinyal gambar bergerak.

HDTV di Negara Berkembang
Setiap negara tentu saja menginginkan bahwa negaranya bisa maju dalam segala hal, termasuk teknologi HDTV. Bagi negara maju yang infrastruturnya sudah lengkap yang menjadi masalah penerapan adalah kompetisi. Namun demikian bagaimana dengan negara berkembang yang infrastrukturnya masih terbatas (lihat idealisasi sistem siaran di atas), apakah mau menciptakan standar sendiri ataukah mengikuti standar yang sedang dikembangkan oleh bangsa maju. apankah HDTV tersebut layak diterapkan?
Karena tingkatan teknologi HDTV yang ada sudah demikian maju, kemungkinan membuat standar sinyal sendiri hanyalah membuang waktu dan dana. Alangkah bijaksananya kalau negara berkembang bisa mempelajari sistem HDTV ini baik dari segi produksi, transmisinya, pesawat penerima bahkan sampai industri pembuatan komponen-komponen tersebut. Karena tanpa bisa memproduksi, negara tesebut akan selalu bergantung.
Sebagai contoh keterpaduan yang dilakukan di Jepang untuk pengembangan industri televisi yang dimulai dekade 50-an. Dengan dimotori oleh Pusat Riset dan Pengembangan NHK, Jepang memaksa industri-industri dalam negeri (Sony, Matsuhita, dll) untuk bisa memproduksi televisi dan komponen terkait dengan orientasi permulaan pasar dalam negeri.
Dengan dilaksanakan siaran secara langsung  melalui media televisi upacara pernikahan kaisar (emperor) Akihito pada tahun 1959, meledaklah industri televisi di Jepang. Akhirnya seperti kita ketahui dengan baik bahwa Jepang telah bisa merajai teknologi televisi dan pasar dunia. Bahkan telah berhasil menayangkan program HDTV 8 jam sehari (mulai 25 Nopember 1991).



SUMBER: WIKIPEDIA

Kamis, 07 Maret 2013

EEDITING VIDEO


A.   Pengertian Editing

            Editing dalam bahasa Indonesia adalah serapan dari Inggris.
Editing berasal dari bahasa Latin editus yang artinya ‘menyajikan kembali’. Editing dalam bahasa Indonesia bersinonim dengan kata editing. Dalam bidang audio-visual, termasuk film, editing adalah usaha merapikan dan membuat sebuah tayangan film menjadi lebih berguna dan enak ditonton. Tentunya editing film ini dapat dilakukan jika bahan dasarnya berupa shot (stock shot) dan unsur pendukung seperti voice, sound effect, dan musik sudah mencukupi. Selain itu, dalam kegiatan editing seorang editor harus betul-betul mampu merekontruksi (menata ulang) potongan-potongan gambar yang diambil oleh juru kamera. Editing berasal dari bahasa Latin editus yang artinya ‘menyajikan kembali’. Editing dalam bahasa Indonesia bersinonim dengan kata editing. 
Leo Nardi berpendapat editing film adalah merencanakan dan memilih serta menyusun kembali potongan gambar yang diambil oleh juru kamera untuk disiarkan kepada masyarakat. (Nardi, 1977: 47). Pertunjukan film di bioskop ataupun televisi di rumah-rumah apabila belum melalui proses editing bisa dipastikan hasilnya tidak maksimal, penonton cenderung merasa bosan dan jenuh. Padahal, tayangan film ataupun video begitu ekonomis. Artinya, penayangannya sangat bergantung pada aspek waktu. Waktu begitu mahal dan menentukan dalam proses penayangan film. Jika sebuah tayangan berdurasi 60 menit, itu artinya selama waktu itu pencipta film harus menjamin tidak membuat penonton bosan apalagi meninggalkan bioskop, atau kalau di televisi memindahkan saluran. Begitu berartinya sebuah hasil editing sampai ada pengamat film yang menyatakan bahwa ruh tayangan film adalah proses editing.
Selain itu, J.M. Peters menyatakan bahwa yang dimaksud dengan editing film adalah mengkombinasikan atau memisah-misahkan rangkaian film sehingga tercapai sintesis atau analisis dari bahan yang diambil (Peters, 1980: 9). Di sini, Peters mengungkapkan, dengan editing, film sintesis atau sutradara televisi dapat menghidupkan cerita, menjernihkan suatu keterangan, menyatakan ide-ide atau menimbulkan rasa haru pada penonton. Nyata sekali Peters menekankan pada aspek ‘pemberian’ suasana dan nuansa sebuah film setelah melalui proses editing. Pada saat editing berlangsung, tentunya tugas editor tidak hanya menyambung-nyambung belaka. Karena selain unsur visualisasi, unsur pikturisasi (penceritaan lewat rangkaian gambar) juga penting. Unsur inilah yang membedakan kegiatan sambung menyambung dengan editing. Selain itu, keindahan sebuah film tidak melulu disampaikan lewat rangkaian gambar, tetapi juga tingkahan musik dan sound effect yang menjadikan sebuah film bernuansa. Di zaman film bisu, rangkaian gambar diupayakan semaksimal mungkin membangun cerita film, tetapi setelah era film bersuara, kolaborasi antara film dan musik begitu menyatu.
Sementara itu, D.W. Griffith berpendapat bahwa editing film merupakan suatu hal yang terpenting dalam film karena editing film itu merupakan suatu seni yang tinggi. Seni sendiri merupakan pondasi dari film. Menyunting film adalah menyusun gambar-gambar film untuk menimbulkan tekanan dramatik dari cerita film itu sendiri. Sutradara dan editor harus pandai dalam selection of shot, selection of action ( scene demi scene yang harus dirangkaikan) (Griffith, 1972: 20-25). Dari penjelasan Griffith tersebut, terkandung pengertian bahwa di samping pentingnya penyusunan film, perlu adanya penyisipan-penyisipan potongan film untuk membuat film itu bercerita. Ini penting sekali diungkapkan dalam pembuatan film pada televisi karena televisi sangat singkat, tetapi bagaimana caranya supaya masyarakat tertarik untuk menyaksikan secara keseluruhan.


B.    Jenis - Jenis Editing 

1)    Editing continuitas (continuity cutting)

            Yaitu menyambungkan potongan yang sesuai, dimana aksi yang berkesinambungan dan mengalir dari shot yang satu ke shot yang lainnya, dimana aksi yang diperlihatkan bukan merupakan bagian dari shot sebelumnya. Suatu sekuen yang berkesinambungan atau rangkaian dari sambungan yang sesuai boleh terdiri dari berbagai angle yang berbeda, namun gambar harus memperlihatkan kesinambungan pergerakan gambar, ketika subjek berpindah posisi maupun arah harus disambung bersama.

2)    Editing kompilasi (compilation cutting)

            Film berita dan film jenis dokumenter mengenai survey, laporan, analisa dokumentasi, sejarah atau laporan perjalanan, umumnya menggunakan editing kompilasi karena sifat snapshot yang mengasyikan dari informasi visual, ini semua dihubungkan oleh narasi yang berkesinambungan. Narasi suara menggerakkan gambar dan akan sedikit maknanya jika gambar tanpa penjelasan suara. Editing kompilasi ini akan sedikit menemui masalah karena semua semua shot menggambarkan apa yang terdengar/narasi.

3)    Editing kontinuitas dan kompilasi (continuity and compilation)

            Film-film cerita yang menggunakan editing kontinuitas boleh juga sesekali menggunakan editing kompilasi, seperti serangkaian long-shot introduksi, sebuah sekuen editing dengan waktu dan ruang yang diringkaskan, atau serangkaian shot yang tidak saling berkaitan untuk memberikan impresi, bukannya suatu reproduksi dari suatu peristiwa. (Joseph V. Mascelli, 1998: 149) oleh: unguceria.

C.  Alat-alat Editing

Alat-alat pembantu pembuatan video:

KAMERA
Pengertian kamera, kamera adalah alat yang digunakan dalam bidang fotografi. Nama kamera diambil dari bahasa latin camera odscura, yang artinya adalah ruang gelap. Dalam bidang fotografi, fungsi kamera adalah untuk membentuk dan merekam suatu bayangan hasil pemotretan pada lembaran film.

TRIPOD
Pengertian tripod adalah sebagai berikut :  penyangga mesin bor (kamera dsb) yg terdiri atas tiga buah kaki berbentuk batang; kaki tiga

Shotgun Microphone
Pengertian mikrofon senapan adalah, silinder panjang yang unggul dalam mengambil suara di depannya, sementara menolak suara ke sisi dan belakang. Senapan dirancang untuk memiliki fokus sempit daripada mikrofon rata-rata.  Mikrofon senapan melakukan pekerjaan yang besar mengambil frekuensi suara manusia menghasilkan.  Suara mereka menyambar dan suara-menangkapkemampuan membuat mereka pilihan yang cocok untuk mengambil di depan kamera dialog.




Software Video Profesional
LightWorks adalah  alat editing video profesional yang memungkinkan pengguna untuk mengedit video, trim dan menambahkan efek ke video. Lightworks sedang disebut-sebut sebagai perangkat lunak editing video yang paling terbaru dan canggih yang tersedia. Juga itu adalah penghargaan Academy dan penghargaan Emmy memenangkan Editor kelas profesional.   Selain itu juga kebanyakan menggunakan adobe primire, dan sony vegas

PC(Komputer)
komputer banyak pekerjaan yang dapat di selesaikan dengan mudah, bila dahulu orang mengetik surat harus dengan mesin tik, dan bila ada kesalahan maka kertas tersebut akan di sobek dan di ketik ulang kembali, selain itu dengan mesin tik dokumen yang telah di ketik tidak dapat di edit kembali, sementara dengan menggunakan komputer kita dapat mengetik dokumen, mengedit dan menyimpan dokumen tersebut untuk dapat di edit berulang-ulang, dan sekarang dapat mengedit video menggunakan software video di komputer.

Elemen dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam editing. Editing  dibangun oleh beberapa elemen. Hasil dari sebuah editing tergantung pada bagaimana elemen tersebut digunakan, bagus tidaknya dan apakah gambar mengganggu atau tidak saat ditonton. Elemen-elemen tersebut adalah:
Motivasi
Dalam mengedit harus selalu ada motivasi atau alasan yang jelas pada saat memindah, menyambung, atau saat menggunakan perpindahan serta fade. Motivasi ini bisa dalam gambar, suara maupun kombinasi gambar dengan suara.



2)    Informasi
Gambar yang memiliki informasi adalah dasar dari sebuah editing. Setiap shot baru berarti mempunyai informasi yang baru pula dan susunan harus ideal agar gambar menarik. Karena semakin penonton mendapatkan banyak informasi dan mengerti maka ia akan semakin menikmati dan seperti terlibat dalam cerita sebuah tayangan. Tugas seorang editor untuk mendapatkan gambar yang penuh informasi dalam sebuah program, namun tanpa kesan menggurui penonton.


3) Komposisi
Meskipun editor tidak bisa menciptakan suatu komposisi gambar, namun salah satu tugas editor adalah memilih dan  menyusun shot yang ada dengan komposisi menjadi dapat diterima. Karena komposisi shot yang buruk adalah hasil dari proses shooting yang buruk.

4) Suara
Suara adalah elemen penting dalam editing, suara bukan hanyalebih langsung dari gambar namun juga lebih abstrak. Suara dapat membangun suasana dan emosi yang menjadi suatu daya tarik serta dapat digunakan untuk menyiapkan penonton dalam pergantian scene ataupun cerita.

5) Angle kamera
Adalah elemen paling penting dalam editing, pada prinsipnya saat perpindahan shot yang satu dengan yang lain harusnya berbeda angle. Perbedaan angle satu objek/subjek adalah kurang dari 45o, sedangkan untuk garis khayal antara dua objek adalah tidak lebih dari 180o, jika melebihi ini maka akan terjadi jumping gambar.


6) Kontinuitas
Kontinuitas atau kesinambungan gambar dimana setiap perpindahan shot baru dengan agle dan komposisi baru merupakan kelanjutan dari shot sebelumnya. Kesinambungan ini mencakup kontiniti konten, pergerakan, posisi dan suara. (Roy Thompson and Christopher J. Bowen, 2009: 58)
   
           
D.  Tatacara  Editing

Adobe Premiere merupakan program yang sudah umum digunakan oleh rumah-rumah produksi, televisi dan praktisi di bidangnya. Keuntungan belajar melakukan edit video menggunakan Adobe Premiere adalah program ini sebenarnya mudah dipelajari dan dalam waktu singkat Anda dapat mencapai tingkat mahir walaupun sekarang masih pemula.
Capture
            Capture adalah proses memindahkan gambar dari kaset MiniDV ke harddisk komputer.
Cara capture selengkapnya adalah sebagai berikut :

1. Aktifkan Adobe Premiere, lalu hidupkan handycam Anda.
2. Klik perintah yang muncul pada kotak Digital Video Device, misalnya Edit and Record Video. Klik OK.
3. Kemudian klik New Project.
4. Pilih DV NTSC atau DV PAL, sesuaikan dengan jenis handycam Anda. Umumnya handycam produk Indonesia adalah PAL. Setelah itu, ketikkan nama proyek Anda pada kotak Name, misalnya “Peresmian”. Klik OK.
5. Selanjutnya Anda akan dibawa ke dalam Interface Adobe Premiere.
6. Kini pilih perintah File > Capture.
7. Pilih direktori untuk menempatkan hasil tangkapan video. Klik tab Settings.
8. Klik tombol Browse pada Video dan klik OK. Lakukan langkah serupa untuk Audio.
9. Gunakan tombol-tombol ini untuk melakukan operasi pada kaset MiniDV Anda yang ada di dalam handycam.
10. Selanjutnya klik Play dan klik Record sebagai tanda Anda sudah siap melakukan proses Capture.
11. Klik Stop jika Anda ingin menghentikan proses Capture. Terakhir ketikkan nama klip video Anda dalam Clip Name, sebagai contoh “peresmian.avi”.
12. Klik OK. Nah sekarang klip video Anda telah tersimpan dalam panel Project.
Editing didalam Source Monitor Editing di sini untuk memotong-motong klip video, karena banyak bagian yang ingin Anda potong atau tidak Anda diinginkan. Caranya :

1. Klik dan geser Klip video peresmian.avi ke dalam Source Monitor.
2. Tentukan awal potongan dengan menggeser. Lalu klik In Point.
3. Tentukan akhir potongan dengan menggeser lagi. Lalu klik Out Point.
4. Klik dan geser ke dalam Timeline.
5. Lakukan cara 1-4 kembali pada bagian lainnya dalam klip.
Editing di dalam Timeline Lakukan editing ini jika masih ada bagian yang ingin Anda hilangkan. Banyak alat yang dipakai untuk mengedit di dalam Timeline. Alat yang umum digunakan pemula adalah :



•MoveTool: untuk memilih klip.

•Razor: untuk memotong klip.

•Rate Stretch Tool: untuk melambatkan kecepatan klip.

Menambahkan Efek
Klip video di dalam timeline dapat Anda beri efek agar tampilan video menjadi menarik. Caranya, pilih jenis efek yang ada dalam tab Effects, selanjutnya klik dan geser ke dalam klip video yang Anda inginkan. Atur efek dalam tab Effect Controls. Lihat hasilnya dalam layar Program.
Menambahkan Transisi
Transisi dipakai agar perpindahan antar 2 klip dapat lebih halus. Caranya pilih jenis transisi yang ada dalam folder Video Transitions dan geser ke dalam pertemuan 2 klip. Klik transisi yang telah Anda tambahkan dan atur transisi dalam tab Effect Controls.
Memadukan Klip Video
Anda ingin berkreasi dengan memadukan sejumlah video ? Caranya letakkan video 1 pada track Video 1, lalu letakkan video yang ingin Anda padukan pada track video 2, tepat di atas video 1. Sebagai contoh video 1 adalah Brom.avi dan video 2 adalah cloud.avi.
Untuk memadukan kedua klip, klik klip cloud.avi, pilih tab Effect Controls, atur Opacity-nya. Lihat hasilnya di layar program. Untuk menambahkan klip video dari sumber lain ke dalam panel Project (misal CD), gunakan perintah File > Import.
Memadukan Klip Audio
Anda juga dapat memadukan klip Audio. Letakkan klip audio pada track Audio 1 dan klip audio 2 pada track Audio 2. Untuk mengatur volume klip audio 2 (misal agar terdengar sayup-sayup), maka atur volumenya dalam tab Effect Controls atau garis volume pada klip audio tersebut.
Untuk menambahkan audio ke dalam panel Project, gunakan perintah File > Import.
Menyimpan Proyek
Simpan proyek Anda dengan perintah File > Save, atau tekan Ctrl+S pada keyboard.

Langkah Render
Render adalah memproses edit yang telah Anda lakukan menjadi sebuah file video. Outputnya dapat Anda pilih sendiri, .avi atau .mpeg. Output AVI
• Pilih menu File > Export >Movie (Premiere Pro 2).
• Pilih menu File > Export >Media (Premiere Pro CS3dan CS4).Output Mpeg
• Pilih menu File > Export >Adobe Media Encoder (Premiere Pro 2).
• Pilih menu File > Export > Media (Premiere Pro CS3 dan CS4).

Lama waktu render normalnya sama dengan durasi yang ada dalam timeline. Tentu saja ini sangat dipengaruhi oleh spesifikasi komputer Anda. Jika render adalah 4 kali dari durasi timeline, ini juga masih dalam kisaran normal.

Rabu, 05 Desember 2012

Hey everyone! I have an exciting and slightly overwhelming milestone to share with you


Hey everyone! I have an exciting and slightly overwhelming milestone to share with you:
Tumblr has broken into the Top 10 sites in the U.S., and now has a worldwide audience of 170 million people.
This isn’t meant to be a brag – though you should definitely try our new Android and iOS apps if you haven’t yet – but a credit to all of your brilliant creative efforts. You guys have earned an audience bigger than the biggest TV networks, and you continue to make some of the most thought provoking, insightful, inspiring, funny, diverse, and compelling content being created today.
It is truly a privilege to build products for you, and we are humbled every day by all the amazing ways you use them.

Tumblr has broken into the Top 10 sites in the U.S., and now has a worldwide audience of 170 million people.
This isn’t meant to be a brag – though you should definitely try our new Android and iOSapps if you haven’t yet – but a credit to all of your brilliant creative efforts. You guys have earned an audience bigger than the biggest TV networks, and you continue to make some of the most thought provoking, insightful, inspiring, funny, diverse, and compelling content being created today.
It is truly a privilege to build products for you, and we are humbled every day by all the amazing ways you use them.

SUMBER : KLIK INI